Senin, 27 Maret 2017

Museum Islam Samudra Pasai Aceh Utara


Penulis: Hamdani, S.Pd.

Foto Hamdani Mulya.






MUSEUM ISLAM SAMUDRA PASAI
Foto Hamdani Mulya.
Foto: Museum Islam Samudra Pasai Aceh Utara
Fotografer: Hamdani Mulya

“Kerajaan Samudra Pasai adalah Kerajaan Islam pertama di Indonesia. Sejak berdirinya pada tahun 1297 M, di bawah kepemimpinan Sultan Malikussaleh, kerajaan ini pernah berperan sebagai pusat kegiatan Politik, Ekonomi, Perdagangan dan Penyiaran Agama Islam ke Nusantara bahkan Asia Tenggara. Pada zaman Kerajaan Samudra Pasai dikenal Direuham (Dirham) yang merupakan mata uang terbuat dari emas. Dalam catatan sejarah beberapa tokoh petualang dunia seperti Ibnu Batutah, Marcopolo, dan Laksamana Ceng Ho pernah berkunjung ke Samudra. Bukti-bukti arkeologi berupa Makam Kesultanan Kerajaan Samudra Pasai banyak ditemukan di sini, diantaranya Makam Sultan Malikussaleh, Sultan Malikuldhahir, dan Sultan Nahrisyah.” Itulah isi sebuah deskripsi yang tertulis pada monumen yang terdapat di sebelah utara Museum Islam Samudra Pasai sebagai bukti kegemilangan Kerajaan Islam Samudra Pasai.


Foto Hamdani Mulya.
Foto: Deskripsi Kerajaan Samudra Pasai
            Samudra Pasai merupakan Pusat Peradaban Islam Asia Tenggara. Masuknya Islam pertama kali ke nusantara adalah ke Kerajaan Samudra Pasai, Aceh. Dalam sejarah peradaban dunia terukir dengan tinta emas bahwa Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan yang gemilang dengan denyut syiar Islam. Kerajaan Islam Samudra Pasai juga kerajaan yang gemilang dengan kemasyhuran kekayaan alam.  Hal tersebut diakui oleh Ibnu Batutah seorang penjelajah asal Maroko dalam catatan perjalanan lawatannya ke Samudra Pasai. Demikian pun penjelajah dari dunia barat Marcopolo sangat berkesan dengan lawatannya ke Samudra Pasai bahwa ia melihat masyarakat Samudra Pasai yang ramah tamah. Sudah sepatutnya Samudra Pasai dijuluki dan dinobatkan sebagai Pusat Islam Pertama Asia Tenggara, karena di sini Islam lebih dulu masuk dan berkembang pesat.
Foto Hamdani Mulya.
Foto: Monumen Samudra Pasai
Untuk mengenang kembali kegemilangan Kerajaan Samudra Pasai pemerintah Kabupaten Aceh Utara membangun sebuah museum yang diberi nama Museum Islam Samudra Pasai. Museum yang dibangun oleh pemerintah tersebut berlokasi di Desa Beuringen, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara patut diapresiasikan. Sebagai upaya pelestarian Sejarah Kebudayaan Islam. Museum ini dibangun di areal pusat jejak Kerajaan Islam Samudra Pasai, kerajaan yang pernah berjaya dengan kegemilangan Islam dan kemasyhuran ilmuan muslim. Di kerajaan Samudra Pasai denyut syiar Islam berkembang pesat banyak melahirkan ulama besar, cendekiawan, sastrawan, ilmuan muslim pun bertabur laksana mutiara di istana raja. Harapannya dengan didirikan museum ini agar dapat mengoleksi kitab-kitab karya ulama, buku sastra seperti hikayat, buku sejarah, benda-benda bersejarah, bukti-bukti arkeologi, dan manuskrip yang berkaitan dengan Kerajaan Samudra Pasai. Ini adalah salah satu upaya mengulang kembali kegemilangan Aceh dengan literatur keilmuan. Di jejak kerajaan ini juga telah dibangun Monumen Samudra Pasai yang lokasinya tidak jauh dari museum. Tentunya langkah bijaksana itu harus disambut dengan gembira oleh masyarakat Aceh dan Nusantara. (Penulis Hamdani, S.Pd. Guru MAN Lhokseumawe dan Pengamat Sejarah Aceh).

Foto Hamdani Mulya.
Foto: Pengunjung Museum Islam Samudra Pasai