Minggu, 26 Juni 2016

TEUNGKU PANG HUSEN PAHLAWAN MUDA BELIA


TEUNGKU PANG HUSEN PAHLAWAN MUDA BELIA

Teungku Pang Husen seorang pahlawan dari Aceh yang luput dari catatan sejarawan. Seangkatan dengan Pang Nanggroe suami Cut Nyak Meutia. Yang membangkitkan spirit rakyat Aceh melawan penjajah Belanda di tanah Pasai. Teungku Pang Husen syahid pada tahun 1894 dalam berperang melawan agresi serdadu Belanda. Makamnya terdapat di desa Paya Bili, Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara. Pahlawan ini hanya berusia sekitar 36 tahun. Syahid sebelum sempat menikah. Pahlawan muda belia ini tidak mau menikah sebelum negara yang ia cintai merdeka dan bebas dari belenggu penjajah. Ia lebih cinta kepada tanah airnya Aceh, dibandingkan wanita yang ia cintai. Kegigihan Teungku Pang Husen dalam melawan penjajah sama dengan perjuangan Teuku Umar pahlawan nasional asal Aceh Barat. Namun sayang, sejarah Teungku Pang Husen Belum ada dalam buku sejarah. Inilah cacatan sejarah yang tercecer yang perlu diketahui oleh generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pahlawan yang dengan gagah berani mengorbankan nyawanya untuk agama Islam dan tanah air. Semoga Allah memberikan bidadari bermata sayu di surga kepada Teungku Pang Husen sebagai pengganti kekasihnya di dunia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Sejarah ini saya tulis berdasarkan cerita almarhumah Hj. Anduwah janda seorang Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, nenek saya. Dan bersumber dari kisah Tgk. Ibrahim Pmtoh seorang pembaca hikayat Aceh, ayah saya. Semoga bermanfaat karena belum dimuat dalam buku sejarah. Lebih lengkap mengenai Teungku Pang Husen dapat dibaca di http://hamdanimulya.blogspot.com. (Hamdani Mulya).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.