Jumat, 12 Agustus 2016

Syair Orang Sehat Terinspirasi dari Puisi Ali Hasjmy

Syair Orang Sehat yang saya tulis berikut terinspirasi dan dipengaruhi oleh puisi berjudul Puisi Penghuni Rumah Sakit (Puisi Orang Sakit) karya Profesor Ali Hasjmy (dibaca Ali Hasyimi). Karya seorang ulama yang sastrawan. Ali Hasjmy adalah penulis produktif, bapak bahasa dan sastra Asia Tenggara. Ali Hasjmy adalah putra terbaik bangsa Indonesia pada masa hidupnya. Sampai kini karyanya masih dibaca dan menjadi rujukan pembelajaran di sekolah-sekolah. Bukunya yang terkenal antara lain Semangat Merdeka terbitan Bulan Bintang, Jakarta.

SYAIR ORANG SEHAT
Karya Hamdani Mulya

(Kepada Ali Hasjmy)

Ali Hasjmy melantunkan
Syair selagi sakit
Maka aku tuliskan syairku           
di waktu sehat

Pergunakanlah sehatmu
sebelum datang sakitmu
untuk menimba ilmu
mencari nafkah anak istri
Bersedekah lagi semasih ada

Jika sehat masih ada
carilah ilmu sebanyak-banyaknya
rajin ibadah kepada Allah
pagi dan petang baca Al-Qur’an

Sehat itu rahmat Allah
nilainya besar untuk hamba-Nya
bersyukurlah kepada Allah
beribu-ribu rahmat untuk hamba-Nya

Ini syair orang sehat
sebagai pengingat isi nasehat
ingatlah Allah setiap saat
rajinlah shalat yang  lima waktu

Jika sakit sudah datang
waktu sempit tiada lapang
hanya tinggal menunggu ajal
beruntunglah orang-orang
yang banyak amal kebajikan

Wahai kawan yang aku sayang
waktu sehat persiapkan bekal
carilah banyak amal shaleh
pergi ke dayah atau madrasah

Badan masih sehat, kuat berjalan
ke masjid Allah kamu tujuan
badan yang segar, tubuh yang bugar
pergilah berjalan ke arah benar
kuat tubuh juga kuat iman

Ini syair orang sehat
sebagai obat pengingat insan
manusia ciptaan Tuhan
takwalah dirimu dan tawakal

Allah Yang Maha Pengasih
Lagi Maha Penyayang
Maha menerima taubat hamba-Nya
Jika kamu banyak dosa
Mohon ampunlah kepada Allah

Ini syair orang sehat
Pemberi semangat bagi pejuang
Bagi muridku yang sedang belajar
rajinlah baca buku dan latihan
Ilmu yang bermanfaat terus dikejar
untuk bahagia dunia akhirat

Yang paling penting ilmu agama Islam
sebab dunia hanya tempat singgahan
Ilmu tauhid sangat perlu
Ilmu akidah wajib dituntut

Wahai muridku yang kusayang
Rajin belajar raih cita-cita
Jadi orang yang berguna
Baik akhlak sopan bertutur
Haji yang mabrur tunailah
ke Tanah Suci

Ini syair orang sehat
Yang kutulis sebagai pengingat
Sebelum datang waktu sakit
Ilmu sedikit aku sumbangkan
Ini nasehat yang aku ukir
Dalam bait syair, puisi namanya

Puisi lama, puisi modern
Aku gabung dalam bahasa
Namanya syair atau puisi
Isinya penting diambil makna

Jika isinya kurang berkenan
Perbaikilah hai kaum muda
Negeri ini di tanganmu
Sayangilah akan rakyatmu

Wahai pemuda yang sehat
Sayangilah rakyat yang miskin papa
Berilah mereka makanan bergizi
Bangun rumah sakit di pelosok desa

Wahai pemuda yang sehat
Marilah membangun bangsa
Negeri yang maju di tanganmu
jangan sia-siakan jasa ulama
Ulama itu warisnya Nabi
Pemberi nasehat untuk rakyatnya

Ini syair orang sehat
Sebagai obat penyejuk jiwa
Untuk anaku kutujukan
Rajin belajar hai pemuda

Carilah ilmu dunia akhirat
Sebagai bekal hidupmu kelak
Jadilah generasi cerdas
Jangan lemah dalam berjuang

Ini syair orang sehat
Untuk nasehat bagi manusia
Jika engkau punya harta
Sumbanglah ke jalan agama

Bangun masjid dan madrasah
Jembatan patah bangun kembali
Berjuang Fisabilillah
Allah balas dengan pahala
Hari kiamat Allah gantikan
Dengan kenderaan  masuk surga

Bulan ramadhan rajin puasa
Sembelih kurban di hari raya haji
Bagi pegawai negeri yang punya gaji
bagi-bagilah ke anak yatim
Yang piatu pun disayang
Uang disumbang untuk fakir miskin

Jika yang wajib sudah ditunaikan
Sunat pun dilaksanakan
Untuk bagus baca Al-Qur’an
Belajar tajwid wahai Cut Intan
Hadis Nabi pun diamalkan
Jadi ajaran dan panutan

Jika selesai engkau mengaji
Berjalanlah mencari karunia Tuhan
Rajin bekerja berikhtiar
Bagilah waktu secara tertib

Datang maghrib shalat-lah engkau
Bahagia di akhirat dengan ilmu
Bahagia di dunia pun perlu ilmu
Sungguh beruntung yang demikian

Ini syair orang sehat
Sebelum sekarat carilah ilmu
Waktu muda jangan lalai
Jika kau mau tidak menyesal

Pergilah engkau ke madrasah
Malam hari ke mushalla

Lhokseumawe, 23 April 2013



SYAIR ORANG MUDA
Karya Hamdani Mulya

Pemuda kau adalah harapan bangsa
pemuda negeri ini adalah
Warisan pahlawanmu
Pemuda paculah semangat
demi agama Islam, nusa dan bangsa
Pemuda engkau harus cerdas
Bersaing demi kemajuan bangsa

Pemuda ! Tanah air ini ada di tanganmu
janganlah engkau lemah dan cengeng
karena masih ada harapan
untuk meraih masa depan

Pemuda ! Jadilah cendekiawan
Engkau adalah cerdik pandai
Yang punya ilmu dan iman

Pemuda kami adalah generasi tua
Yang hanya menitipkan pesan-pesan:
“Menulis dengan iman,
Menulis untuk membesarkan Islam”

Pemuda belajarlah kepada
Seorang guru terpercaya
guru yang cerdas ilmu
dan cerdas imannya

Inilah guru kita, guru bangsa:
di Jawa Barat Abuya Yahya Cirebon
itulah panggilan disapa namanya
di Aceh ulama muda Teuku Zulkhairi
Pemuda yang cerdas imannya

Pemuda teruslah melanjutkan
Perjuangan para pahlawan
Jangan engkau lalai dengan
Kilauan emas permata
Lalu engkau lupa akan tugasmu

Pemuda janganlah engkau
berpangku tangan
masih banyak jembatan putus
dan anak-anak tidak dapat
ikut Ujian Nasional
Taukah engkau pemuda ?
bahwa di sini masih
banyak perut petani yang lapar
pemuda berilah makan
anak-anak negeri yang  kering kerontang

Pemuda ! Mampukah engkau melanjutkan
perjuangan nenek moyang kita
mudah-mudahan engkau pemuda
mewarisi jiwa Teuku Umar
dan Teungku Chiek Di Tiro
Rela tubuh berpeluh
dan berlinang air mata
Demi anak cucunya

Pemuda ! Kami titipkan salam
dan nasehat perjuangan padamu
Kami tulis syair ini kala kami
mengajar siswa di madrasah
Sebagai pengingat generasi
Yang ingin negerinya termahsyur

Lhokseumawe, 23 April 2013




Menyesal
Puisi karya Ali Hasjmy
Prof Ali Hasjmy











Pagiku hilang sudah melayang,

Hari mudaku sudah pergi

Kini petang datang membayang

Batang usiaku sudah tinggi



Aku lalai di hari pagi

Beta lengah di masa muda

Kini hidup meracun hati

Miskin ilmu, miskin harta



Ah, apa guna kusesalkan

Menyesal tua tiada berguna

Hanya menambah luka sukma



Kepada yang muda kuharapkan

Atur barisan di hari pagi

Menuju arah padang bakti.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.