Rabu, 13 Januari 2016

Riwayat Singkat Ulama Aceh

RIWAYAT SINGKAT ULAMA ACEH
Oleh Tgk. Hamdani, S.Pd.
Guru MAN Lhokseumawe 

Ulama yang terkumpul dalam riwayat singkat ulama Aceh ini merupakan ulama yang pendakwah, cerdik pandai, intelektual, penulis buku, dan ilmuan muslim yang patut menjadi contoh teladan. Ulama merupakan pewaris para nabi yang sangat berjasa dalam menyebarkan syiar Islam di seluruh penjuru muka bumi. Riwayat singkat ulama Aceh ini disusun untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan sejarah Islam.

                                               
1.     Tgk. Abuya Muda Waly Al-Khalidy
Almarhum Abuya Muhammad Muda Waly lahir di Labuhanhaji, Aceh Selatan. Pendiri dayah (pesantren) Darussalam yang bergelar Syaikhul Islam Al-Kaamil Al-Mukammil Al-Arif Billah Abuya Muhammad Waly Al-Khalidy (1917-1961 M). Gubernur Aceh juga menetapkan Abuya Syekh Muhammad Muda Waly sebagai tokoh pendidikan Aceh, karena jasa almarhum dalam berjuang memajukan pendidikan di Aceh ini.Gelar Abuya Muda Waly ditetapkan dalam rapat alim ulama di Darussalam pada tahun 2009. Sehingga beliau bergelar Syaikhul Islam. Kemudian pada tahun 2007 di Masjid Raya Baiturrahman melalui kajian Islam tingkat tinggi para ulama Aceh telah menetapkan gelar Al-Arif Billah untuk Syekh Muda Waly. Seorang ulama yang termasyhur di kalangan masyarakat Aceh dan Padang serta menjadi rujukan bagi penulis sejarah Islam nusantara.

2.     Tgk. H. Hasanul Basri HG
Abu Mudi merupakan ulama kharismatik Aceh termasyhur. Pelopor berdirinya Institut Agama Islam Al-Aziziah Samalanga. Satu-satunya dayah terpadu tingkat perguruan tinggi Islam di seluruh Indonesia. Telah menjadi contoh dan studi banding bagi daerah-daerah lain di nusantara. Ulama yang juga penulis kitab. Sosok inspiratif yang menjadi contoh bagi perkembangan pendidikan di Indonesia dan Asia Tenggara.
  
3.     Tgk. H. Ibrahim Bardan
Abu Panton adalah salah seorang ulama yang akrab dengan murid-muridnya. Penulis buku resolusi konflik. Beliau menawarkan cara-cara menyelesaikan konfik dengan cara-cara bijak dan lembut. Almarhum pernah menjadi pimpinan dayah Malikussaleh Panton Labu, Aceh Utara. Sering menjadi pembicara pada muzakarah (musyawarah) ulama Aceh.                            

4.     Tgk. H. Mustafa Ahmad
Abu Paloh Gadeng adalah seorang ulama kharismatik yang sangat lembut dalam berdakwah. Namun tegas dalam melawan arus pengaruh budaya asing. Seorang ulama tempat berlabuhnya hati rakyat tempat meminta nasehat dan petuah-petuah. Beliau merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Kab. Aceh Utara. Ulama ahli tauhid dan fikih. Sosok yang dikagumi oleh rakyat dan muridnya. Ulama yang termasyhur di seluruh penjuru Aceh.
         
5.     Tgk. Abdul Jalil Bin Hamzah
Seorang ulama yang sering dipanggil Tgk. Samakurok adalah ulama yang memiliki keramat. Ulama yang lembut dan rendah hati. Hidup sederhana tetapi bersahaja. Lahir sekitar tahun 1954 yang diperkirakan oleh ahli sejarah Aceh, di desa Paya Kambuek, Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara. Meninggal di tempat yang sama pada tahun 1971 pada usia 47 tahun. Tgk. Samakurok adalah ayahanda dari Tgk. H. Abdullah yang sekarang menetap dan tinggal di kampung yang sama.

6.     Prof. Dr. Tgk. H.  Muhibuddin Waly
Abuya Muhibuddin Waly atau yang akrab disapa Abuya Profesor merupakan salah seorang ulama yang penulis buku. Ahli fikih yang dikagumi oleh rakyat Aceh, karena ulama itu adalah pewaris nabi. Merupakan salah seorang anak ulama terkemuka Abuya Muhammad Muda Waly dari Labuhahhaji, Aceh Selatan. Pendapat dan pandangan Abuya Muhibuddin sering dijadikan sebagai rujukan bagi ulama Aceh lainnya.

7.     Tgk. H. Abdul Manan
Tgk. Abdul Manan merupakan seorang ulama yang sering mejadi narasumber dan moderator pada acar seminar Islam serta muzakarah ulama Aceh. Beliau adalah ulama yang politisi mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kab. Aceh Utara. Juga menjadi penceramah dan khatib di mimbar-mimbar masjid di Aceh. Ulama ahli tauhid dan fikih ini sering juga menjadi guru pengajian di masjid dan meunasah (surau).
                              
8.     Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA
Abu Profesor Muslim adalah salah seorang ulama intelektual kampus. Beliau merupakan guru besar Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Seorang penulis dan pengasuh rubrik tanya jawab tentang hukum Islam di surat kabar. Ulama alumni Mesir yang lembut ini adalah putra asli kelahiran Matang Glumpang Dua, Kab. Bireun. Sering mewakili Aceh ke tingkat nasional. Beliau adalah seorang ilmuan muslim yang patut menjadi contoh bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. Mantan Ketua Mejelis Permusyawaratan Ulama Aceh.
                            
9.     Drs. Tgk. H. Djamaluddin Waly
Abuya Djamaluddin Waly adalah salah seorang ulama Aceh terkemuka. Abuya Djamaluddin Waly sering memimpin zikir dan doa bersama yang diberi nama dengan majelis Zikir Al-Waliyyah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Abuya Drs. Djamaluddin Waly sebagai ulama Aceh yang mencintai rakyat ternyata juga piawai dalam menulis syair. Beliau adalah seorang ulama Aceh yang sastrawan. Selain sebagai ulama Aceh dan sastrawan ternyata Abuya Djamaluddin Waly juga seorang politisi andal yang termasuk lumayan lama berkiprah di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Istimewa Aceh (1968-1987) dan menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (1987-1999) di Senayan Jakarta. Juga sering menjadi pembicara pada acara seminar Islam serta menjadi penceramah di masjid.

10.  Drs. Tgk. H. M. Daud Hasbi, M.Ag
Abi Daud adalah seorang ulama dan pejabat negara. Beliau merupakan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Aceh Utara. Seorang ulama yang tegas dalam berdakwah. Pelopor bangkitnya dayah terpadu di provinsi Aceh. Pendiri dayah Jeumala Amal Lueng Putue dan dayah Inshafuddin Banda Aceh. Namun Abi Daud merupakan asli putra kelahiran desa Paya Kambuek, Kec. Meurah Mulia yang beribukota Jungka Gajah, Kab. Aceh Utara. Sosok yang disegani dan dikagumi di seluruh penjuru Aceh karena berwibawa dan bersahaja.

11. Tgk. H. Faisal M. Ali
Ulama muda yang satu ini sering menjadi nara sumber pada seminar Islam di Majelis Permusyawaratan Ulama dan sering diundang oleh Perguruan Tinggi Islam sebagai pemateri mengenai syariat Islam. Abi Faisal Sibreh juga akrab dengan mahasiswa dan intelektual muslim. Beliau adalah ulama yang dekat dengan kaum muda.                                      
                  


Ulama itu bagaikan embun di pagi hari
Hangat di dekat sejukkan sanubari
Tunjuki umat Muhammad kala gerah di kalbu
Pemberi minum di saat haus ilmu
( Puisi Hamdani Mulya )




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.